h1

Sinopsis Pasta Episode 14

19 Februari 2011

Pagi di La Sfera, Yoo Kyung sengaja menunggu Hyun Wook dan membukakan pintu untuknya. Hyun Wook tampak semangat dan cerah ceria.
Tapi moodnya turun lagi ketika masuk kantor dan melihat meja Sae Young.

Hyun Wook menemukan catatan resep milik Sae Young dan membacanya, ia tersenyum juga. Sae Young membuka pintu dan memergoki Hyun Wook.

Sae Young kelihatan senang.

Yoo Kyung masih memikirkan Mr. Kaktus, kenapa kemarin malam ia tidak muncul. Jung Ho Nam masuk dan tanya pada Yoo Kyung, apa kedua Chef sudah datang. Ada sesuatu yang ingin ia bicarakan.

Sae Young tampak senang. Ia masuk dan berkata kalau itu adalah resep yang ia ciptakan selama masa training di Italia. Sae Young ingin menunjukkan pada koki lain dan mulai membuatnya.
Hyun Wook hanya berkata lakukan saja apa yang diinginkan Sae Young. Sae Young ingin agar Hyun Wook juga melakukan hal yang sama. Tapi Hyun Wook menolaknya.

Hyun wook tidak mau menunjukkan resepnya. Sae Young juga berkata meskipun mereka tidak nyaman tapi pura-pura saja kalau ia tidak disini dan bekerjalah seperti biasa.

Hyun Wook mengomel, bagaimana bisa lebih nyaman jika dibandingkan saat aku menggunakan kantor ini sendiri.

Lalu Jung Ho Nam masuk menghadap keduanya. Hyun Wook dan Sae Young tanya ada apa. Ho Nam berkata ia ingin pindah ke bagian pasta.

Hyun Wook tanya alasan Ho nam. Ho Nam berkata ia ingin belajar pasta dan jika menikah kelak ia ingin buka warung pasta kecil untuk menghidupi keluarganya.

Hyun Wook menegaskan, jadi kau ingin pindah bukan karena suka pasta tapi karena untuk cari uang?

Ho Nam berkata kalau koki juga sebuah profesi dan koki pasta adalah yang paling disukai dari restoran Italia. Ho Nam mengeluh, ini karena Chef menempatkan orang-orangnya sendiri di bagian pasta.

Hyun Wook berkata : Orang yang pintar membuat pasta adalah mereka yang menempati posisi koki pasta dan orang yang bagus dalam panggangan adalah mereka yang menempati posisi itu!

Ho Nam memohon, tolong beri aku kesempatan Chef. Hyun Wook dan Sae Young bertukar pandang dan mereka hanya berkata : Kau boleh pergi.

Setelah Ho Nam keluar, Sae Young berkata kalau ia sudah cocok dengan tim pastanya dan tidak ingin ada pergantian. Hyun Wook berkata : Bukankah itu adalah keserakahan Chef untuk mempertahankan seorang koki hanya dalam satu posisi?

Sae Young berkata kalau begitu Hyun wook harus benar2 memikirkan masalah ini.

Yoo Kyung latihan menggoyangkan wajan di dalam freezer, kali ini ia lumayan bagus dan bahkan sepakat kalau koin 100 Won itu bergambar wajah Laksamana Laut Yi Sun Sin.

Kim San menemui kakaknya di galeri dan Kim Kang heran, kenapa San kesini?

San tanya mana yang lebih disukai kakaknya, Pria yang diam saja dan menjagamu tanpa mengatakan apapun atau pria yang memenuhi hidupmu dengan kesenangan tidak terbatas?

Kim Kang tersenyum dan menjawab ia suka keduanya. Keduanya menyenangkan. Pria yang menjagaku bisa dipercaya dan pria yang memenuhi hidupku dengan kebahagiaan membuatku melayang.

Lalu Kang tanya, Kau pria yang mana? Lalu mengajak adiknya masuk untuk minum teh.

Di dalam, Kim Kang dan San minum teh. Kang tidak percaya, jadi selama ini San belum juga mengatakan apapun pada gadis yang ia suka?

San berkata ia tidak yakin, apa aku harus mengatakan sesuatu atau tidak.
Kim Kang : Apa maksudnya itu?
Kim San : Kami sudah jadi teman selama 3 tahun dan selama itu, aku sendiri yang menjaganya…apa aku harus berkata itu adalah awal tanpa kerjasama dari orang yang satunya?

Kakaknya kaget, jadi gadis itu bahkan tidak tahu perasaanmu?

San berkata ia sudah mencoba keluar dan menemuinya sebagai seorang pria tapi saat San melihat-nya, ia jadi takut kalau tiba2 muncul di depan-nya sebagai pria, apa semua usahaku selama 3 th sebagai temannya akan sia-sia, dan kalau sudah seperti itu, San tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Apa tidak lebih baik ia tetap melihat gadis itu dari jauh saja? San mulai takut.

Kakaknya menghela nafas, kau ini jauh lebih emosional dari kelihatannya. Kang berkata, alasan mengapa ia suka pria yang melihat dan menjaganya dari jauh adalah karena ada harapan kalau suatu hari pria itu akan muncul dan meraih hatinya. Kau ini bodoh.

Sementara itu Yoo Kyung masuk ke toko coklat dan mulai memilih-milih coklat valentine untuk Hyun Wook.

Di sebuah cafe, Hee Joo dan kakak beradik Park akan siap-siap untuk jam makan malam, ketika mereka melihat Yoo Kyung juga masuk ke cafe itu.

Awalnya Hee Joo ingin memanggil Yoo Kyung, tapi batal ketika melihat kotak coklat, dia mau memberikan coklat ke siapa? Mereka ikut menunggu karena ingin tahu.

Tidak lama Choi Hyun Wook datang. Yoo Kyung melambaikan tangan dan keduanya duduk bersama sambil senyum. Hee Joo dan Park bersaudara kaget, apa?!

Hyun Wook geli melihat coklat itu, apa kita ini anak2? Yoo Kyung senyum malu dan berkata ia ingin mencoba semuanya, semua yang dilakukan oleh pasangan. Lalu menunjuk kartu Valentine-nya, baca ini Chef.

Hyun Wook minta Yoo Kyung membacakan untuknya. Tapi Yoo Kyung berkata biarpun ia akan mati, ia tidak akan membaca sendiri tulisannya.

Hyun Wook membuka coklat dan tertawa, lalu mengambil satu dan akan memakannya ketika tiba-tiba…

Hee Joo dan Park bersaudara mengepung mereka! Hyun Wook tidak jadi makan coklatnya dan Yoo Kyung kaget.

Hee Joo melihat kartu valentine itu dan ia merebutnya dari Yoo Kyung.
Yoo Kyung panik, kak, itu…ini..

Hee Joo minta penjelasan apa sebenarnya yang terjadi. Park bersaudara mendesak Hee Joo untuk membacanya.
Hyun Wook tidak suka, kenapa kau merampas kartu milikku? Apa tindakan itu benar?

Hee Joo ingin keduanya mengaku, kalau mereka saling menyukai. Tapi Hyun Wook hanya melihat mereka sambil senyum dingin. Hee Joo langsung membaca kartu valentine Yoo Kyung.

Isinya : Aku hanya bahagia denganmu, Chef. Seperti membuat pasta paling enak di dunia. Dari, Ikan Emas.

Semua syok, dan tidak percaya, ini pernyataan cinta. Kalian pasti kencan.

Lalu Mi Hee mulai mempertanyakan Hyun Wook, apa ini benar? Kau bilang dengan mulutmu sendiri kalau tidak boleh ada wanita di dapurmu dan tidak boleh ada cinta dalam dapurmu. Apa kau sudah lupa itu?

Yoo Kyung kaget dan ia mulai membela Hyun Wook. Yoo Kyung berkata ia yang suka dengan Hyun Wook. Chef tidak tahu menahu masalah ini. Yoo Kyung memberikan coklat karena ini adalah hari valentine.

Hee Joo menyuruh Yoo Kyung diam. Ia tanya pada Hyun Wook, katakan saja Chef, benar atau tidak. Yoo Kyung terus berkata kalau Chef tidak tahu apa-apa. Hee Joo mendesak Hyun Wook. Katakan saja tidak kalau memang tidak. Apa kau akan menolak menjawab?

Park bersaudara mengancam akan menyebarkan rumor bukan hanya di La Sfera tapi seluruh lingkungan sekitarnya.

Hyun Wook merasa cukup dan berkata, katakan dan lakukan sesuka kalian. Lakukan apasaja yang membuat kalian senang.

Hyun Wook membungkus kembali coklatnya, mengambil kartu Valentinenya dan berdiri, ia mengajak Yoo Kyung pergi, ayo, ikut aku!

Hee Joo dan Park bersaudara melihat keduanya, hei! bukti! bukti!

Park Mi Hee menelepon Jung Ho Nam, pacarnya di La Sfera. Ho Nam kaget, apa? siapa? Ho Nam syok. Seok Ho, Min Jae, Sang sik, dan Eun Soo yang ada di situ heran, ada apa?

Ho Nam berkata kalau keduanya kencan. Seok Ho tanya, siapa? Chef dan Yoo Kyung! kata Ho Nam. Eun Soo yang sedang ngemil, jadi tersedak.

Koki Italia masuk dan Ho Nam menuduh mereka tahu masalah ini, kalian selama ini tahu kan? Philip dan kedua temannya bingung, tahu apa?

Hyun Wook dan Yoo Kyung sampai di La Sfera dan mereka naik ke atap. Yoo Kyung bingung, apa yang akan kita lakukan Chef? Hyun Wook kelihatan kalem dan makan coklatnya.

Hyun Wook : Kita bisa apa? Ini enak. Hyun Wook berkata ini pertama kalinya ia menerima sesuatu seperti ini.

Yoo Kyung tidak mengerti, kenapa Hyun Wook tidak menyangkal saja, kenapa kau tidak bisa katakan tidak? Karena mereka tahu karaktermu, mereka pasti tidak akan curiga. Tidak akan jadi masalah jika kau bilang saja tidak.

Hyun Wook memandang Yoo Kyung, bagaimana ia bisa bilang tidak, kalau kenyataan-nya iya? Yoo Kyung kesal sekali.

Hyun Wook berkata, apa mereka melihat kita berciuman atau turun dari ranjang seseorang? Jujur saja, apa kita melakukan sesuatu? Yang sedang kucoba lakukan adalah makan coklat satu biji. Aku tertangkap basah ketika memakannya. Mereka tidak tahu apa-apa.

Lalu Eun Soo lari-lari ke arah mereka, ia panik. Chef! Chef!
Hyun Wook dan Yoo Kyung heran, ada apa?

Eun Soo : Apa yang kalian lakukan sehingga ketahuan?
Keduanya kaget, sudah ketahuan? siapa yang sudah tahu? Eun Soo berkata semuanya, setiap koki di dapur!

Hyun Wook kaget juga, aku bisa gila. Semuanya?

Hyun Wook masuk kantor dan duduk, ia melihat ke arah Sae Young, seperti ingin tahu apa Sae Young tahu sesuatu tapi Sae Young hanya memandangnya heran.
Hyun Wook lalu memegang kepalanya karena pusing.

Yoo Kyung disidang oleh rekan2nya. Koki Italia berkata itu tidak benar, kan? Koki Korea berkata, ini benar, iya kan?
Yoo Kyung menjawab, Iya.

Semua jadi bingung, ya apa? Ya benar atau Ya tidak benar? Seo Yoo Kyung, katakan yang sebenarnya, apa yang terjadi?

Yoo Kyung mengaku, benar, ada perasaan yang terlibat. Tapi bukan perasaan Chef, Yoo Kyung-lah yang suka dengan Chef. Chef sama sekali tidak tahu apa-apa.

Ho Nam tidak percaya, Mi Hee berkata kalau kalian berdua seperti sedang kencan. Koki Italia berkata kalau Chef tidak menyukai Yoo Kyung. Chef pasti sudah mencoba menghentikan ini.

Mereka tidak percaya. Woo Deok berkata, Yoo Kyung akan terluka jika menyukai Chef karena Chef bukan orang yang akan memberikan hatinya pada wanita di dapur.

Yoo Kyung kesal dan berkata kalau mereka tidak bisa menentukan apa yang harus ia rasakan. Yoo Kyung menjamin kalau perasaan-nya tidak akan menimbulkan masalah bagi mereka.

Dan, Chef tidak ada hubungannya dengan ini, kalau ada yang mau kalian katakan, katakan saja padaku.

ki-ka : Woo Deok, Philip, Ji Hoon, Sang Shik, Seung Jae, Ho Nam, Seok Ho, waiter Ne Mo, dan Eun Soo (memunggungi kamera)

Yoo Kyung pergi. Meninggalkan para koki yang masih berdebat, mereka kencan atau tidak.

Semua siap kerja untuk jam makan malam. Suasana dapur tegang. Hyun Wook agak pendiam, dan para koki terlihat gelisah. Sae Young sepertinya memang belum tahu rumor yang berkembang dan ia heran.
Sae Young tanya pada Woo deok, apa terjadi sesuatu? Woo Deok berkata tidak.

Lalu semua mulai kerja menyiapkan masakan. Hyun Wook seperti biasa mengamati cara kerja kokinya. Lalu teriak pada Yoo kyung, Hei Seo Yoo Kyung!

Biasanya, para koki cuek dan terus kerja. Tapi kali ini lain, mereka otomatis menoleh pada Yoo Kyung.

Hyun Wook mendekati Yoo Kyung, memegang bahunya dan mengambil wajan dari tangan Yoo Kyung. Kau masih…caramu menggoyang wajan masih salah! Lihat! pakai sedikit kekuatan saja. Yoo Kyung jadi kikuk, karena semua memperhatikan mereka.
Yoo Kyung segera minta maaf. Hyun Wook meminta Yoo Kyung mengikutinya ke…freezer!

Para koki langsung resah, lihat! lihat itu mereka ke dalam bersama.

Di dalam freezer, Hyun Wook menegur Yoo Kyung karena masalah kerang. Yoo Kyung tidak enak karena Hyun Wook mengajaknya masuk ke freezer berdua. Kenapa kau lakukan ini, Chef?

Hyun Wook tidak mengerti, kita salah apa?
Yoo Kyung panik, semua orang diluar sana melihat kita di dalam sini, hanya berdua saja. Memang benar, Ji Hoon, Ho Nam, bahkan Philip! mondar mandir di depan jendela kaca freezer dan melirik ke dalam.

Hyun Wook berkata ia memanggil Yoo Kyung kesini, tentu saja untuk memarahinya. Eun Soo masuk. Hyun Wook langsung menjewer telinganya, sini, sini! Angkat tanganmu.
Eun soo disuruh jongkok di sudut freezer dengan tangan keatas. Eun Soo ngomel, bukannya berterima kasih justru..

Hyun Wook juga menyuruh Yoo Kyung berlutut dan mengangkat tangan di sebelah Eun Soo.

Hyun Wook berkata kalian tidak melihatku sebagai Chef, berlutut di sana 10 menit dan minta maaf karena kerang itu, mengerti?

Yoo Kyung tiba2 tertawa. Ia merasa lebih baik karena dihukum. Jadi yang diluar tidak curiga. Eun soo ikut tertawa, oh begitu..Hyun Wook hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum.

Ayah Yoo Kyung mengajak Yoo Sik untuk mencoba pasta di setiap restoran pasta. Yoo sik heran, Ayah, kau tidak akan menyukainya.

Tapi Ayah Yoo Kyung berkata, kita harus memakan banyak pasta, agar bisa mengetahui pasta buatan kakakmu itu enak atau tidak. Dan jika ada kekurangan, kita bisa memberi masukan. Wow..sweet daddy🙂

Hyun Wook dan Sae Young memanggil 4 koki pasta, Woo deok, Philip, Ji Hoon, dan Yoo Kyung.
Hyun Wook mengumumkan akan memindah Ho Nam ke bagian pasta, Seung Jae ada di bagian grill dan ia tanya siapa yang bersedia dipindahkan?

Ketiga koki Italia tidak bersedia. Yoo Kyung jadi panik, aku? Ia gelisah. Hyun Wook sudah memutuskan, itu jawabannya.
Yoo Kyung tidak mau dipindah. Hyun Wook berkata ia tidak akan minta persetujuan Yoo Kyung. Sae young membela, peran Yoo Kyung juga penting.

Tapi Hyun Wook sudah memutuskan, Yoo Kyung mengambil alih posisi Jung Ho Nam mulai besok saat jam makan siang. Hyun Wook minta semua pergi, juga Sae Young, ia ingin bicara dengan Yoo Kyung.

Yoo Kyung protes, kenapa harus dipindah. Hyun Wook berkata ini bukan ditendang keluar, tapi diberikan kesempatan besar. Hyun Wook berkata, tidak akan ada kemajuan untuk koki yang selalu di posisi yang sama.

Mengikat seorang koki di satu posisi sama halnya dengan memaksa koki ke jalan yang sama tanpa memberinya kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi. Ini bagus untuk Yoo Kyung.

Yoo Kyung berkata jika Hyun Wook melakukan ini karena rumor, ia akan pindah. Hyun Wook berkata bukan seperti itu.
Yoo Kyung : Jika kau melakukan ini karena takut ketahuan kalau kau menyukaiku, aku mengerti Chef.

Hyun Wook kesal, aku sudah bilang tidak seperti itu! Apa kau tidak bisa mempercayaiku? Kau tidak percaya pada chef-mu?

Yoo Kyung jalan keluar dengan lesu. Ho Nam dan Seung Jae mendekatinya dan berkata Yoo Kyung pasti bisa melakukannya, mereka bersedia membantu Yoo Kyung, dan Chef juga pasti akan membantu. Yoo Kyung jadi tidak enak.

Hee Joo, Park bersaudara dan Seol bertemu. Hee Joo mengatakan tentang hubungan Yoo Kyung dan Chef. Seol kaget. Tapi jadi semangat karena punya kesempatan untuk menghancurkan Choi Hyun Wook.

Ia janji akan menyingkirkan Hyun Wook dari La Sfera dan kembali ke posisinya semula.

Yoo Kyung akan berangkat ke restorang dan Sae Young berkata jika Yoo Kyung tidak mau keluar dari bagian pasta, katakan saja padanya.
Yoo Kyung berkata tidak masalah.

Sae Young tanya lagi, apa terjadi sesuatu? Mood di dapur sedikit aneh kemarin. Yoo Kyung tersenyum dan menggeleng, tidak ada apa-apa. Lalu ia berangkat kerja.

Seol masuk ke kantor San. San sedang bersama Sae Young. San kesal karena Seol tidak pernah ketuk pintu dulu.
Mantan manager Seol berkata kalau kedua orang itu kencan, Chef Choi dan Yoo Kyung. San tertegun.

Seol heran, kau kenapa? Bagaimana seorang presiden bisa tidak tahu masalah ini?

Yoo Kyung ada di ruang loker. Hyun Wook masuk, ia memanggil Yoo Kyung, hei ikan emas!
Hyun Wook berkata ia hanya Chef di dapur dan bukan pria, Choi Hyun Wook yang kau sukai. Yoo Kyung mengiyakan.

Hyun Wook menegaskan tidak ada Choi Hyun Wook di dapur, Hyun Wook meletakkan kedua lengannya di bahu Yoo Kyung🙂
Yoo Kyung mengerti. Lalu keduanya mendengar suara dan secepat kilat melepaskan diri. Tidak ada siapapun. Hyun Wook berkata akan keluar dulu.

Di dapur, Ho Nam tampak senang dengan posisi barunya. Tapi tiga koki Italia tidak suka melihatnya. Ho Nam puas sekali.
Yoo Kyung hanya senyum tipis. Lalu kedua chef masuk.

Hyun Wook : Jung Ho Nam, Min Seung Jae, Seo Yoo Kyung.
Ketiganya serempak menjawab, ya, Chef!
Hyun Wook : Karena kalian ada di posisi baru apa kalian bisa membuat kesalahan atau tidak?
Ke-3nya : Tidak, Pak!

Hyun Wook berkata pelanggan tidak tahu apa yang terjadi di dapur, dan tidak ada pelanggan yang akan menerima makanan yang jelek hanya karena kokinya belum terbiasa dengan tugasnya. Mengerti? Mereka serempak mengiyakan.

Para koki mulai kerja. Ho Nam mulai memasak pasta dan gaya kerjanya beda dengan para koki Italia yang kalem, Ho Nam geraknya banyak sekali.
Philip yang ada di sebelahnya tidak suka dan terganggu, jangan banyak gerak.

Ho Nam menyelesaikan pastanya dan memberikan pada Hyun Wook. Hyun Wook tidak menyukai hasilnya dan minta Ji Hoon memasak-nya. Ho Nam berkata pergelangan tangannya belum terbiasa. Hyun Wook menudingkan sumpit, jangan cari alasan.

Giliran Yoo Kyung. Hyun wook marah, sayurannya terlihat gosong. Hyun Wook berkata, dasar pemanggangan adalah memasak tanpa gosong di bagian luar dan dibagian dalam matang tanpa menjadi kering.
Lalu Hyun wook memukul sumpitnya berkali-kali, sama saja dengan Rib Eye, Sirloin, Salmon, dll, sama semua, mengerti? suara Hyun Wook keras sekali dan membuat koki lain tertegun. Yoo Kyung minta maaf, ia seperti akan menangis. Hyun Wook minta Seung Jae mengerjakan-nya.

Yoo kyung kembali ke tempatnya dan minta maaf pada Seung Jae. Seung Jae ngomel, dan kau masih menyukainya? maksudnya Chef.

Seok Ho minta makanan pendamping pada Yoo Kyung. Yoo Kyung mengerjakannya. Hyun Wook menghentikannya, ia marah2 lagi, meja itu memesan sup kentang, maka pendampingnya harus taart tomat, apa kau mau pelanggan hanya makan kentang?

Seok Ho teriak minta diambilkan tomat, ia tampak kasihan pada Yoo Kyung.

Yoo Kyung masuk ke freezer mengambil tomat dan tampak sedih. Eun Soo masuk dan berkata kalau Chef mengerikan, tadi pura-pura tapi seperti sungguhan. Pasti akan membuat semua berpikir kalau kalian tidak kencan, iya kan?
Yoo Kyung tampak syok.

Kejadian di dapur membuat para koki bingung. Ho Nam dan yang lain tidak mengerti dan berpikir kalau Hyun Wook pasti pura-pura. Ini membingungkan.

Koki Italia juga bingung. Chef tidak pernah bohong soal makanan. Ji Hoon tanya apa Chef melakukan itu? (sengaja pura-pura)
Philip berkata, orang yang tidak mengenalnya tidak akan tahu, tapi kita tahu kalau ia melakukan itu (marah2) itu bukan yang dihatinya.

Bahkan Seol pun menyelinap ke kantor Hyun Wook untuk cari bukti. Ia memeriksa ponsel Hyun Wook. Seol berpikir kalau speed dial no 1 pasti pacarnya. Ternyata bukan.

No. 1 ternyata Produsen makanan, no 2 juga, no. 3 Woo deok, no.4 Philip. no5. Ji Hoon hahaha..Seol bingung, apa ini?

Yoo Kyung duduk di tangga di luar restoran. Hyun wook keluar. Yoo Kyung tanya apa ia dimarahi untuk mengalihkan kecurigaan, Chef?

Hyun Wook berkata Yoo Kyung memang jelek kerjanya, ia lebih buruk dari yang diperkirakan dan itu membuat Hyun Wook marah.

Hyun Wook berkata ini baru permulaan saja, nanti ia akan sering marah pada Yoo Kyung. Yoo Kyung tanya, saat ini Hyun Wook adalah Chef atau Choi Hyun Wook, pria yang ia suka. Ini bukan dapur.

Tapi masih ada orang yang kerja, kata Hyun Wook. Kau sendiri sekarang siapa? Yoo Kyung menjawab, Seo Yoo Kyung. Keduanya hampir berdekatan lalu sadar, akan ada yang melihat mereka.

Kim San keluar dan duduk diantara keduanya. Hyun Wook tanya Kim San mau apa. Kim San berkata ia akan membebaskan koki baru ini yang sudah diteriaki sepanjang hari oleh Chefnya.

Kim San mengajak Yoo Kyung pergi tapi Yoo Kyung berkata Chef masih disini. Kim San minta ijin pada Hyun Wook, apa tidak apa-apa kalau dia pergi? Hyun Wook minta Yoo Kyung yang memutuskan.

Kim San berkata kalau orang dapur tidak boleh pacaran, tapi kalau orang dapur dan ruang makan tidak masalah. Hyun Wook tidak bisa mencegah orang lain kencan dengan kokinya kan.

Hyun Wook : Jadi, apa yang akan kau lakukan dengan koki baruku?
Kim San : Apa saja, apa kau pikir aku tidak bisa?

Hyun Wook : Hei, ikan mas, masuk ke dalam. disini dingin.
Yoo Kyung menurut dan meninggalkan keduanya.

Sekarang Kim San terus terang, ia menyukai Yoo Kyung dan akan mengatakan padanya. Ia tidak bisa berdiri dan melihat saja dari jauh, aku ingin berhenti menyukainya secara diam-diam.

Lalu San masuk ke dalam. Yoo Kyung ingin tahu, apa yang dikatakan San.

Kim San tersenyum, aku bilang kalau aku tertarik padamu, kenapa? Yoo Kyung melongo. Kim San geli, kenapa kaget? Aku pergi.

Yoo Kyung keluar dan duduk di sebelah Hyun Wook. Hyun Wook menghela nafas, kau semakin populer Seo Yoo Kyung.
Yoo Kyung ingin tahu apa yang dikatakan San. Hyun Wook berkata kalau San akan memperlakukan Yoo Kyung lebih baik mulai sekarang.

Hyun Wook mengeluh, tapi aku, yang bisa kulakukan hanyalah memarahimu setiap hari.

Paginya, Yoo Kyung masuk dapur lebih awal. Menambahkan air ke gelas ikan masnya. San datang, kau datang pagi sekali.
Yoo Kyung berkata ia datang untuk latihan memanggang, karena hari ini banyak sekali pesanan.

Kim San melihat ikan mas itu, ia tanya sejak kapan mereka ada di dapur? Yoo Kyung menjelaskan sejak hari pertama Chef Choi Hyun Wook kerja di dapur ini.
Kim San : Jadi dimulai dengan Chef Choi?

Kim San lapar dan ia mengajak Yoo Kyung keluar. Yoo Kyung menolaknya, akan kumasakkan pasta.
Yoo Kyung : Aku baru meninggalkan pasta sehari tapi rasanya sudah lama sekali.

Yoo Kyung masak dan San mengamatinya. Kau suka sekali pasta ya? Jika kau sangat menyukainya mengapa kau mau dipindah oleh Chef?

Yoo Kyung ingin melakukan dengan baik di bagian panggangan juga, aku seperti dihukum, tapi sebenarnya ini memang karena aku kurang ahli.

Pasta Yoo Kyung selesai. San mengaguminya, terlalu cantik untuk dimakan. Yoo Kyung ingin tahu bagaimana rasanya.

Kim San memakannya dan berkata enak sekali. Yoo Kyung berkata San pasti sudah salah indera perasanya, kalau Chef, pasti akan memarahiku.

San : Tapi ini memang enak.
Yoo Kyung berterima kasih. San berkata rasanya semakin enak karena ada Yoo Kyung.

Yoo Kyung ingin mencobanya juga tapi San berkata ini punyaku, aku lapar. Yoo Kyung berkata ia juga lapar.
San : Kalau begitu sana, buatlah sesuatu untuk kau makan, ini benar2 enak.
San sama sekali tidak mau membagi pastanya dengan Yoo Kyung, ..he’s so sweet..

Jam makan tiba, Hyun wook menyuruh Yoo Kyung memasak scalop dan membuat eksta untuk dicicipi.
Yoo Kyung mengerjakan pesanan dan menunjukkan pada Hyun Wook. Hyun Wook makan scalopnya dan memuntahkannya. Kau mau pelanggan tersedak ya? Ini permen karet, karet, jerami..apa ini?

Hyun Wook marah-marah lagi, aku sudah bilang, bagian luarnya harus matang dan jusnya tersimpan di dalam. Jika memasak terlalu lama, skalop ini bukan lagi skalop namanya. Mereka lebih keras dari sol sepatumu!

Yoo Kyung menunduk, seperti akan menangis.

Hyun Wook menyuruh Yoo Kyung pergi dan melakukan tugas lain.

Sae Young dan koki lain memandang Hyun Wook dengan tajam.

Hee Joo menyuruh Mi Hee membujuk Ho Nam agar melepaskan pasta, dengan tingkat seperti ini, kalian berdua akan kelaparan nanti. Mi Hee tidak bisa, karena Ho Nam sudah bekerja keras untuk pasta.

Ho Nam telp, dan berkata pada Mi Hee kalau ia semakin bingung, Hyun Wook dan Yoo Kyung sebenarnya pacaran atau tidak, dapur bagaikan neraka bagi Yoo Kyung sekarang ini.

Hyun Wook masuk ke ruang loker, Yoo Kyung ada di dalam, ia mau siap pulang. Hyun Wook membuka lokernya dan membaca kartu valentine-nya lagi dan senyum.

Hyun Wook : Hei, ikan mas, apa kakak2 itu (Hee Joo dll), masih memarahimu?
Yoo Kyung berkata itu benar, mereka tidak bisa disalahkan.

Hyun Wook tanya, lalu kau ingin aku melakukan apa? Apa yang kau inginkan?

Yoo Kyung : Kalau begitu, besok pagi, saat makan siang, katakan kalau kau menyukaiku. Katakan “Baik, pesanan pertama hari ini adalah membantu Yoo Kyung dengan kesalahannya, karena dia masih baru.
Meskipun kau sibuk, jelaskan semuanya dengan perlahan padanya.
Bagikan pengalaman-mu, pengetahuanmu. Jangan berteriak padanya. Jangan merendahkannya karena dia seorang wanita. Pikirkan kalau dia adalah bagian dari tim yang kerja bersama.”

Yoo Kyung mulai terisak, aku tidak tahu kalau sedemikian berat, seharusnya aku tidak pernah memulainya. Aku tahu aku dimarahi oleh Chefku karena aku salah, tapi perasaanku sebagai wanita jika diperlakukan demikian, rasanya seperti aku dimarahi oleh pria yang kusukai.
Aku tidak bisa memisahkan keduanya, seperti idiot.

Yoo Kyung menangis, kau sepertinya tidak masalah, tapi aku tidak tahu mengapa aku tidak bisa.
Yoo Kyung keluar sambil menangis.

Hyun wook merenung di kantornya, ia membuka catatan-nya. Sae Young masuk.

Sae Young ingin tahu, bagaimana perasaan Hyun Wook sebenarnya.

Hyun Wook : Aku …semakin menyukainya. Seo Yoo Kyung.
Hyun Wook pergi meninggalkan Sae Young dan wajah Sae Young terlihat terluka.

Seol melihat Hyun Wook dan memutuskan untuk menguntitnya.

Yoo Kyung duduk di halte bis dan Hyun Wook duduk di sebelahnya. Hyun Wook minta Yoo Kyung kembali ke bagian pasta dan memberikan buku catatan-nya, ini catatan lamaku entang pasta. Ambil ini.

Yoo Kyung tidak mau. Hyun Wook heran, bukankah itu keluhanmu sepanjang hari ini?
Yoo Kyung : Aku akan kembali dengan kemampuanku sendiri. Bukan karena pengaruhmu.

Hyun Wook terpana, ia duduk menghadap Yoo Kyung, wow..Seo Yoo Kyung kau ini memang lain. Aku dalam masalah sekarang.
Yoo Kyung : Mengapa?
Hyun Wook : Karena aku semakin menyukaimu, lebih, dan lebih…bagaimana kau bisa mengatakan kata2 yang indah seperti itu? Aku tidak pernah bertemu wanita seperti dirimu sebelumnya.

Yoo Kyung tertawa, memang berapa banyak wanita yang bisa kau temui? harga dirimu pasti menghalanginya.

Hyun Wook setuju, Yoo Kyung akan kembali ke pasta dengan kemampuan sendiri. Lalu ia menunjuk, hei, lihat bulan disana itu!

Yoo Kyung menoleh, Hyun Wook tiba2 mencium pipinya! Seol melihat mereka dan kaget. Yoo Kyung ketawa.

Hyun Wook berkata ia tidak memarahi Yoo Kyung karena sengaja, ia melakukannya kalau Yoo Kyung memang pantas dimarahi. Yoo Kyung mengerti, iya Chef.

Hyun Wook senang dengan panggilan itu. Iya, Chef. Apa yang paling senang kudengar di dunia ini adalah ketika Seo Yoo Kyung berkata Iya, Chef.

Yoo Kyung tertawa : Iya, Chef.

Hyun Wook tersenyum dan meraih wajah Yoo Kyung lalu menciumnya!

Seol yang mengamati mereka dari seberang jalan, syok!

Yoo Kyung ketawa dan Hyun Wook berkata : hei, kita buka saja semuanya, bagaimana?
Yoo Kyung : Apa?

Hyun Wook berkata ia sudah tidak tahan lagi, kita katakan saja semuanya, daripada sembunyi-sembunyi. Ini membuatku frustrasi dan aku merasa akan mati. Kita buka saja semuanya besok pagi. Biarkan saja apapun yang terjadi.
Yoo Kyung tersenyum : Ya.

Hyun Wook senang, dan ia mencium Yoo Kyung lagi. Seol menahan kekesalannya, lihat saja…

Keduanya tertawa-tawa di halte bis.

Pasta 13
Pasta 12
Pasta 11
Pasta 10

Komentar :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: