h1

Joseon X-Files episode 2

12 September 2010


Di dalam hutan, Hyung Do diikat dan masih setengah sadar, pria bertopeng hitam itu memberinya peringatan.
Pria bertopeng : Kim Hyung Do
Hyung Do : Siapa kau?
Pria bertopeng : Apapun yang menarik perhatian dan keingintahuan-mu, aku sarankan kau menghentikan-nya sampai disini. Pria itu merokok dengan pipa.

Pria bertopeng : Jangan masuk ke tempat itu, jika kau mengabaikan peringatanku, kau akan membayar dengan nyawamu.

Kantor Gubernur Gangwon

Hyung Do dan Jang Man diikat. Pejabat kantor Gubernur yang kemarin membunuh tahanan itu masuk dan menginterogasi mereka.
Petugas : Beraninya kalian! Aku diberi perintah untuk membunuh kalian jika kalian melawan.
Hyung Do : Siapa yang memberimu perintah? Apa yang kalian sembunyikan?
Petugas : Tutup mulutmu!
Hyung Do : Aku mungkin tidak tahu apa yang kalian sembunyikan tapi..aku tidak akan menyerah.

Hyung Do berkata ia melihat seluruh penduduk desa menghilang dan sebuah cahaya aneh melayang-layang. Aku tidak akan mundur, tidak akan ada yang bisa membuatku berhenti! Aku akan membuat kau membayar karena menjebak Gubernur!!

Petugas : Aku baru saja mendapat laporan kalau Yang Mulia Gubernur sudah mengakui kejahatan-nya, ia melakukan konspirasi.

Petugas itu tiba-tiba memutuskan tali yang mengikat Hyung Do, kau pasti tidak akan menerima pengakuan gurumu begitu saja kan? Aku akan membiarkan kau lari. Jika kalian melarikan diri malam ini, kami tidak akan mencoba menghentikan kalian. what?

Pergilah! kata petugas itu dan lupakan selamanya apa yang mungkin sudah kalian lihat.

Hyung Do dan Jang Man lari dan keduanya minum di kedai, Hyung Do sudah mabuk, ia tertidur, Jang Man memanggilnya, Naeuri? Hyung Do..kau tidur?

Jang Man : karena aku ini pemabuk menjengkelkan dan sebagai orang yang hidup sedikit lebih lama darimu, aku ingin menasihatimu. Apa itu..biarpun yang kau katakan adalah kebenaran, jika semua orang berkata itu tidak terjadi, maka itu tidak terjadi.

Bukan-nya kau salah, tapi yang penting adalah apa yang ingin dipercayai orang.

Hyung Do membuka matanya dan menangkap sedikit kata-kata Jang Man.

Paginya, Jang Man bangun dan menemukan kalau Hyung do sudah menghilang. Jang Man mengeluh, dan ia menemukan surat Hyung do yang menyuruhnya segera kembali ke Hanyang (ibukota) dan mencari Inspektur Hwang dari Uigyeombu, berikan padanya surat ini.

Hyung Do lari kembali ke arah gunung dengan lima puncak itu, ia segera berhenti ketika melihat sekelompok pria bertopeng di hutan. Hyung Do mengendap-endap dan justru bertemu dengan seorang pria dengan senjata api.

Pria itu berkata : Aku berasal dari desa 5 puncak di bawah, aku kembali setelah berburu beruang tapi tiba-tiba seluruh desa dilingkupi sinar aneh ini. Tanah mulai bergetar dan tiba-tiba semua orang lenyap. Aku tidak pernah mengalami sinar seperti itu sebelumnya.

Pria itu membawa Hyung Do ke lokasi dimana para warga menghilang dan ia berkata mereka melayang-layang di udara dan bersinar.
Hyung Do kaget, jadi kau berkata benda itu lebih dari satu?

Pria : Hati-hati, disana, disini tempatnya.
Pria itu berniat mencari anak-nya yang hilang, orang itu menyalakan api. Hyung Do kaget, apa yang kau lakukan? Orang itu berkata kau tidak akan tahu, kalau putraku melihat ini, dia mungkin akan memanggil namaku.

Hyung do memperingatkan, sebelum itu terjadi, seseorang mungkin akan melihatnya.

Orang itu terkejut karenasebuah sepatu yang jatuh, Hyung do tetap waspada dan melihat bola melayang di atas mereka, yang langsung menuju ke arahnya.

Penduduk desa yang marah itu menembak bola bersinar itu, dimana anakku? sinar itu mengambil anak-ku! kembalikan anakku!

Hyung Do berusaha menyembunyikan diri dari bola itu, ia masih belum mengerti, benda apa itu. Tiba-tiba ada sinar yang terang sekali…

Di dekat lokasi mereka, sekelompok pria bertopeng itu menunggu. Ada sinar terang yang turun dari atas, tidak dikatahui apa sumbernya. Pria bertopeng itu sempat terkejut dengan bunyi suara senapan.

Pria itu yang marah, terus saja menembakkan senjatanya ke arah bola itu dan teriak untuk mengembalikan putranya, Akhirnya, bola itu terbang rendah menuju pria itu dan langsung mengarah kedadanya, bola itu menempel ke dada pria itu dan mengalirkan listrik lalu bola itu lepas dengan ledakan keras.

Bola itu jatuh ke tanah dan pria itu jatuh, mati. Dengan tanda di dadanya.

Hyung Do terpana, tapi ia langsung meraih bola itu dan menyembunyikan diri, Hyung Do mendengar suara kuda mendekat.

Kelompok pria bertopeng itu mendekat dan menemukan mayat penduduk desa dengan tanda gosong di dadanya, mereka membawa mayat pria itu pergi. Pemimpin kelompok itu melihat ke sekitar lokasi dimana Hyung Do bersembunyi.

Hyung Do menahan nafas, pria bertopeng itu mendekat, pria itu merokok dengan pipa, pria itu sepertinya menyadari keberadaan Hyung Do, tapi dia melepaskan Hyung Do dan memerintahkan anak buahnya untuk kembali.

Hyung Do menghela nafas lega, ia langsung berusaha keluar dari hutan ini, tapi Hyung Do melihat sinar lain dari atas gunung dengan lima puncak. Hyung Do penasaran dan mulai memeriksa.

Hyun Do terus mendaki gunung dan bertekad untuk melihat apa sebenarnya itu, ia melihat bola-bola kecil bersinar terbang melewatinya menuju satu sinar terang benderang. Hyung do sudah kepalang tanggung, ia terus saja mendaki dan dalam hati berkata : Guru..apa ini yang guru lihat?

Hampir sampai diatas, Hyung Do ,melihat sinar besar dengan suara keras, sinarnya semakin terang.

Hyung Do silau dan ada pesawat raksasa di atas gunung, pesawat itu naik dengan perlahan ke langit, lalu dengan suara wuuush yang keras, pesawat itu lenyap!

Hyung Do terpukau, ia tidak tahu apa itu dan ia tidak sadar, sudah diamati oleh pria dengan pipa itu (Kim Gab So, Ji Seung)

Uigyeombu, Hanyang

Jang Man mengirimkan surat untuk Inspektur Hwang dari Kim Hyung Do.
Suratnya : Kepada Inspektur Hwang, saya memasuk-kan bukti yang mungkin bisa membuktikan kalau laporan Yang Mulia Gubernur benar. Dengan harapan Tuan akan menghakimi dengan adil dan obyektif.

Tapi bukannya mendapat sambutan positif, salah seorang petinggi berkata sepertinya kita harus menahan satu orang gila lagi.

Hyung Do diseret untuk interogasi, dan Jang Man juga dibawa sebagai saksi.

Petugas : Mari kita selesaikan ini dengan cepat Inspektur Kim! Apa ini adalah petugas yang perg bersamamu ke Gangwon?
Petugas itu tanya pada Kim Hyung Do mengenai Jang Man.
Hyung Do : benar.
Petugas : kalau begitu, aku akan tanya.
Petugas ke Jang Man : Apa yang ia katakan benar sudah terjadi?

Jang Man ragu-ragu, ia bingung antara kesetiaan pada Kim Hyung Do dan mempertahankan nyawanya.
Petugas : Apa lagi yang kau tunggu? Cepat jawab!

Jang Man : Tidak..saya tidak melihat apa-apa.
Petugas : Apa kau yakin?
Jang Man : Iya. saya tidak menyaksikan apapun yang sudah dilaporkannya.

Hyung do shock, apa? petugas Jang!
Jang Man : Maafkan aku, tapi sepertinya anda ditipu oleh imajinasi anda sendiri.

Hyung Do : Petugas Jang!!

Tiba-tiba seorang pejabat datang, dia adalah pria yang merokok dengan pipa itu, Hyung Do terperanjat melihatnya, ia mengenal pria itu!
Dia adalah Ji Seung : Apa ini adalah benda yang dibawa orang ini? tanyanya sambil mengamati bola metalik itu.

Petugas : Ini adalah inspektur Kim Hyung Do dari kantor..
Hyung Do : kau..kau
Petugas : Lancang! beraninya kau tidak sopan dengan Sekretaris Kiri Kerajaan !
Hyung Do : Sekretaris Kerajaan?

Hyung Do tidak tahan lagi, Tuan pasti juga sudah melihat hal yang sama! Benda yang terbang itu!

Ji Seung tetap tenang : Apa kita pernah bertemu sebelumnya?
Hyung Do : Ya, di Gangneung.

Ji Seung berkata ia tidak ingat wajah Hyung Do.

Hyung Do teriak, Tuan! mengapa anda seperti ini? Nyawa gubernur dipertaruhkan disini! Apa anda tidak mengerahkan pasukan di Gangneung?

Ji seung tetap kalem dan berkata imajinasimu benar2 menyenangkan, aku pikir ilusimu mungkin mengganggu pikiranmu, jadi aku percaya kau akan mencerahkannya, Inspektur Hwang. lalu Ji Seung pergi.

Seorang menteri ritual, menuduh Hyung Do : Kau berkonspirasi dengan Gubernur dalam komplotan berbahaya hanya karena beberapa meteor yang jatuh di langit Gangwon. Dia berbohong tentang benda terbang, sementara kau tenggelam dalam kebohongannya dan bahkan memberikan apa yang kau sebut bukti ini.

Apalagi, Lee Hyung Wook adalah gurumu? Guru dan murid kerjasama dalam kejahatan? apa kau tidak memikirkan sentimen publik? Yang mungkin akan mengganggu stabilitas nasional.

Menteri itu menekankan : Apa kau mau hidup?

Menteri memberi syarat hanya ada satu cara agar Hyung Do hidup, yaitu menenangkan keresahan publik. Dengan itu ia bisa menyelamatkan nyawanya sendiri dan juga nyawa gurunya, kau adalah satu-satunya orang yang cocok untuk tugas itu, karena jika kau gagal..nyawamu sebagai taruhannya.

Kim hyung Do dibebaskan, tapi dengan syarat, kau hanya diberikan pembebasan sementara, jadi kau tidak akan pergi jauh.

Jang Man menunggu Hyung Do, ia benar2 merasa bersalah, dengarkan Naeuri, kemarin aku..aku..
Hyung Do : Aku sudah melupakannya, bukankah waktu itu kau sudah mengatakannya? Tidak penting apa yang benar, tapi yang paling penting adalah realita.

Jang Man mengajak Hyung Do ke satu tempat dimana mereka bisa mendapat informasi, dan mereka akan mencari Nona Heo.
Hyung Do : Hei, katakan padaku bagaimana kau bisa tahu ada tempat seperti ini?

Jang Man tidak bisa mengatakannya, Hyung Do mengerti.
Jang Man berubah pikiran : Naeuri..aku akan mengatakannya padamu. Inspektur Hwang dari Uigyeombu berkata kita bisa menemukan semua informasi di tempat ini..

Nona Heo menyambut mereka di toko bukunya.
Heo Yoon Yi : Anda Tuan Kim Hyung Do dari kantor Inspektur Jendral. Selamat datang, silahkan duduk.
Hyung Do duduk. Yoon Yi menunjukkan gambar UFO, apa ini yang anda cari?

Yoon Yi : Catatan ini berasal dari Sino atau Eropa tepatnya di Holland/ Gurapa yang disebut Hwaran. Mereka mencatat benda terbang yang muncul hari itu.
Hyung Do : Benda terbang?
Yoon Yi : Dari gambarannya, benda itu bisa terbang sendiri.
Hyung Do bingung, benda apa itu? Yoon Yi menjawab tampaknya tidak seorangpun yang bisa menjelaskan.

Hyung Do : Ya, aku juga berpikir demikian, apa kau bisa membuat sesuatu seperti itu? Dimana kau bisa menggunakan benda itu? aku ingin membuatnya terbang.

Yoon yi heran tapi ia berkata ia tahu seorang pembuat senjata yang tahu bagaimana membuat benda-benda seperti itu.
Hyung Do : Situasi ini memerlukan kerahasiaan, apa kau mau melakukannya?
Yoon Yi : Saya tidak tahu, apa saya bisa menolong anda
Hyung Do : Nyawa seseorang dipertaruhkan disini. Orang yang sangat berarti bagiku, Nyawanya tergantung pada ini.

Yoon Yi membawa Hyung Do ke tempat pembuatan senjata, Yoon Yi membantu mereka. Mereka membuat bola dari baja dengan lubang2 dan ada sinar dari dalamnya, setelah selesai, bola terbang itu siap untuk diluncurkan.

Hyung Do heran, apa sebenarnya pekerjaan Yoon Yi, kau tahu hal-hal yang begitu berharga seperti ini, kau memiliki bakat yang misterius.

Yoon yi : Aku tidak bisa mengatakannya, aku tidak bisa mengingat masa laluku.
Hyung Do kaget: Apa?

Petugas : Naeuri, sudah siap, bisa diluncurkan sekitar pukul 7-9 malam.

Hyung Do dan teman-temannya bersiap dan diseberang kota, menteri juga bersiap menunggu pertunjukan Hyung Do.

Pertunjukan dimulai, sumbu dinyalakan, yang mendorong bola metalik itu masuk ke dalam meriam. Tekanan meriam mendorong bola metalik itu ke udara, rakyat yang ingin tahu melihat ke langit dan melihat langit penuh dengan bola metalik yang terang.

Gubernur puas. Kim Hyung Do terlihat menyesal, ia tidak senang dengan tindakannya sendiri. Gubernur di dalam penjara juga melihat pertunjukan malam itu dengan wajah sedih.

Paginya, pengadilan mengumumkan pada rakyat kalau insiden di Gangwon-do itu adalah percobaan senjata baru oleh militer. (alasan yang juga sering dipakai oleh Area 51). Penjelasan itu masuk akal di telinga masyarakat dan mereka bisa ditenangkan.

Hyung Do tidak puas dengan dirinya sendiri karena sudah menjadi bagian dari penipuan ini, tapi semua dilakukan demi sang guru. Hyung Do percaya ini bisa menyelamatkan nyawa Gubernur.

Tapi kemudian Jang Man mendekat : Tuan, ini barang2 milik Gubernur.
Hyung Do ketakutan, apa ? barang2 Gubernur? Hyung Do bingung, ia akan dieksekusi oleh pengadilan. Jang Man menangis, di pengadilan, mereka…

Hyung Do bergegas ke lokasi eksekusi, Menteri menghianati Hyung Do dan tidak melepaskan Gubernur, mereka bersiap memenggal kepala Gubernur Lee Hyung Wook.

Hyung Do sampai ke lokasi eksekusi dan ia hanya melihat jenazah gurunya saja, Hyung Do murka dan ia berniat membunuh menteri, tapi seseorang menembakkan panah bius ke arah leher Hyung Do

Hyung Do tumbang dan hanya terlihat bayangan seorang polisi di belakang Hyung Do dan ia pingsan.

Petugas berkata, mengingat cuaca yang panas, kita adakan upacara selama tiga hari saja.

Kim Hyung Do akhirnya sadar, Ji Seung ada di dalam kamar bersamanya.

Ji Seung : Kau akhirnya sadar, jangan marah padaku. Hal2 itu tidak bisa kau kendalikan. Kau mengancam keberadaan Menteri Ritual.

Hyung Do : Aku melakukan sesuai yang diperintahkan, mengapa dia dieksekusi juga?

Ji seung : Aku tidak menginginkan itu terjadi, tapi aku tidak bertanggungjawab atas kematiannya, juga. Mereka hanya melakukan tugas mereka sebagai abdi negara.

Hyung Do : Dan berdasar atas tuduhan apa?
Ji Seung : Bukannya menyadari ada percobaan senjata baru, tapi Gubernur menyebarkan kebohongan tentang benda terbang yang aneh dan membuat masyarakan resah dan bingung.

Hyung Do : Akulah yang bertanggung jawab untuk semua itu!
Ji Seung : Dengar baik-baik, Inspektur Kim, demi kebaikanmu, gurumu mengaku kalau dialah satu-satunya yang bertanggung jawab untuk semua ini. Dia tahu benar..kalau mereka tidak akan melepaskan kalian berdua.

Ji seung menambahkan, kalau kau ingin mengeluh dan tidak puas, maka tulis semua pengalamanmu dan apapun yang kau saksikan, tanpa kekurangan.
Hyung Do : Lalu apa gunanya itu
Ji Seung : Kau tidak perlu tahu apa tujuannya.

Hyung Do menulisnya, ia benar2 menulis semuanya. Setelah ia selesai, Ji Seung minta Hyung Do melipatnya dan memasukkan ke dalam tabung bambu, Ji seung lalu menutupnya/menyegel-nya dengan lilin.

Ji Seung : Sekarang tidak akan ada yang bisa membaca ini lagi. What? terus ngapain ditulis?

Hyung do kesal, mengapa kau memintaku menulisnya jika tidak seorang pun akan melihatnya?

Ji seung : Lihat sekelilingmu, tempat ini menyimpan catatan. Catatan penyelidikan rahasia (wee..jadi ingat gudang file-nya Fox Mulder, oh I miss u Scully..)

Hyung Do : Catatan penyelidikan rahasia?
Ji seung : Insiden-insiden yang aneh dan misterius yang tidak seorangpun bisa menjelaskannya. catatan ini mencatat kebenaran yang tidak bisa diungkapkan.

Ji Seung : Ini bukan catatan sejarah, satu hari nanti di masa depan, jika ada yang bisa menjelaskan semuanya, catatan-catatan ini mungkin tidak akan ada harganya lagi.

Hyung Do : Berapa lama catatan-catatan ini mulai ditulis?

Ji Seung : Sejak jaman Raja Besar Taejo/ Lee SeongGye, pendiri dinasti Joseon, abad pertama Masehi.
Hyung Do : Lalu apa alasanmu menunjukkan semua ini padaku?
Ji Seung : Agar kau menjadi bagian dalam melengkapinya, mulai sekarang. (Fox Mulder Korea critanya..)
Hyung Do : Dibawah perintah siapa?

Ji Seung : Yang Mulia Raja sangat menghargai ke-keraskepalaanmu yang jujur itu. Meskipun itu menyusahkan kami karena terlalu jujur.
Hyung Do : Kami?
Ji Seung : Kau akan tahu nanti. Kehidupan ganda diantara tugas resmimu dan membantu melengkapi semua catatan rahasia ini sebagai salah satu dari kami.

Hyung Do : Aku tidak berniat mengabdikan diriku untuk mencatat hal-hal yang tidak akan dibaca oleh seorangpun.

Ji Seung : Pencarian kami akan kebenaran bukan untuk kemegahan tapi pengabdian kami untuk lembaran-lembaran sejarah. Satu hari di masa depan, bukankah nanti keturunan kita akan menghargai usaha kita dengan penuh terima kasih?

HyunG Do merasa tidak punya pilihan lain, Hyung Do pergi ke toko buku Yoon Yi dan membawa buku harian gurunya.
Hyung Do : Apa aku bisa minta tolong? Apa kau bisa menyimpan buku ini untuk-ku? aku tidak bisa menyimpan-nya sendiri. Aku mengandalkan mu, dengan buku2 yang kau miliki disini, kau bisa menyembunyikan ini dimana saja.

Yoon yi : Aku akan menyimpan-nya.

Hyung Do : Terima kasih. Untuk semua yang sudah kau lakukan menolongku melakukan hal yang tidak berguna itu.

Yoon Yi : Tidak berguna, katamu?
Hyung Do : Aku tidak bisa membalas usahamu.

Yoon Yi tersenyum, duduklah, aku akan membuatkan teh untukmu.

Yoon Yi menyiapkan batu bara untuk memanaskan air ..dan ia menjatuhkan catatan Gubernur itu ke api!
Hyung Do tidak melihatnya, tapi Yoon Yi terlihat aneh..

Kemudian, Ji Seung merokok pipa masuk ke dalam toko, membuat Hyung Do terheran-heran, apa sebenarnya ini…

X-Files 1

Komentar :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: